Minggu, 16 Februari 2014

Consequences as your new friends fade in

Diposting oleh kuinda di 20.46 0 komentar

The hardest part of my life is seeing my old friend fades out. I keep staying with him, but he keeps going with his misunderstanding. It’s sad to see your effort to accept someone, but he refuses to be accepted. That sucks when you let someone in, but he keeps moving out. And still, I don’t get into him. Where he has been? Where my old friend has been?

I can’t find my old Prim.

Unless I’m not with the classy jerks.

But I don’t want to choose.


Just let the time flows by and shows who’s the real friends are.

FAQ #1

Diposting oleh kuinda di 15.38 0 komentar
Question: Why don’t you drink in front of your crush?

Answer: Situ pernah berak di depan gebetan?

I dont get P

Diposting oleh kuinda di 15.18 0 komentar
This is so awkward that the last Thursday we still talked each other with baked Calzones but now it feels like I don’t get him anymore. I talked him about the guys I was going with, my bigbro’s—not real bigbro—friends. I said that they’re cool, handsome, and sure, rich. But he kept telling me that they’re actually jerks and not any smart. Question: are you smart enough to say other people’s stupid, P?

I live alone here (Jogja). I only have my friends, and P, and my bigbro. Lemme tell you bout my bogbro first. He’s not my bigbro, actually he’s my uncle. The simplest is, anaknya besan nenek. But he’s just about twenty something, so that’s awkward if I called him ‘uncle’. We’re so close since I’ve been in Jogja, he feeds me. He brings me to place I’ve never visited before. Unlike P, my bigbro’s kind of cool guy, dan tentu saja dengan tongkrongannya yang—you know, classy.

Gue cuma punya dua orang itu di Jogja, tapi dua-duanya bener-bener beda. They both are really different each other.

P’s almost anti-social. He doesn’t like making friends. He has less friend. Or I can say, he has no friends. He lives at the cave I called kamar kosnya, he get the best marks, smart, and loves perfection. My brigbro has so many friends, dimana pun dia duduk pasti ada yang dia kenal, he’s not as handsome as P, not as smart, but he accepts everything near him. He lives in tongkrongan-nya. Dia punya banyak temen yang bisa dikenalin ke gue, unlike P yang ga punya temen dan gaada yang bisa dikenalin ke gue. P dislike if I have boyfriend, my bigbro's was so glad knowing if his lilsis isnt single anymore.

The problem is when I started making friends with my bigbro’s friends, and I told P, he seems unhappy to hear that. I just cannot choose one of dua orang itu, kakakku ato P. Harusnya kami bertiga bisa bersatu, unless P isn’t an anti-social one. We have the same hobby, going to pub, having some beers, but the question is why, why I have to choose?
Yesterday I was mad at him, I’m still in my period and asking for a masker—you know, I’m so stressed out cause fucking hujan abu I hate it.

I was hoping for some relax, with sharing beers with him maybe, but what he said really hurts me..

Are you jealous of my new friends, P?

It’s just unlike when I said I need beers, then he was the one who took the responsibility, brought me beers, drunk together, listening to each-other, slept-over, that was my prim but hey,


Now it feels like I don’t get him anymore.

Minggu, 12 Januari 2014

Fuck Off

Diposting oleh kuinda di 02.54 0 komentar
I blog about you every fucking day, just fucking hope this’ll be the last fucking post bout you cus I know you never take a fucking notice. Oh, this is so fucking good that I fucking care so much about you who don’t give a shit about me. Never fucking have and never fucking will. What the fuck are you doing fucking there? Who the fuck are you doing this fucking thingy to me?

Sabtu, 11 Januari 2014

Call from The Parallel

Diposting oleh kuinda di 14.50 0 komentar
Genre: Fiction

Ada dunia dimana kamu sedang menjadi apa yang paling kamu harapkan. Sedang melakukan apa yang paling kamu inginkan. Dan sedang mendapatkan apa yang paling kamu dambakan. Percaya nggak? Aku sih percaya. Aku percaya bahwa di suatu tempat di dunia itu, aku yang lain sedang menjalani kehidupan seperti hidup yang benar-benar aku inginkan sekarang.

Aku menyebutnya dunia paralel.

“Nat, ada Sandy tuh!”

Aku spontan menoleh ke belakang dan, “Shit! Ganteng!”

Well, okay. Aku percaya di dunia paralel ketika aku yang lain sedang memandang Sandy yang lain, yang terucap dari mulut aku yang lain bukanlah, “Shit! Ganteng!” melainkan “Astagfirullah, ganteng!” kemudian aku yang lain menundukkan kepala dengan malu-malu. Aku yang lain benar-benar wanita sholihah pemalu dambaan setiap laki-laki.

Enough! Itu aku yang lain, bukan aku. Di dunia paralel, bukan di duniaku.

Jumat, 10 Januari 2014

Tissue, Tissue, Tissue

Diposting oleh kuinda di 19.38 0 komentar
Harapan               : Di 2014 gue bisa lebih menghemat tisu, meskipun akan lebih boros sabun.

Kenyataan          : Sampai awal 2014, gue tetap menghemat sabun, dan ternyata masih boros tisu.

Gue punya nadzar aneh di 2014, yaitu: kalo punya pacar, potong rambut -_-

Nadzar itu nyaris terlaksana. Sebenernya harusnya sih udah terlaksana, tapi yah you know lah, love is just like playing video games, or maybe PS. Not all games can be played by yourself, in some kind of games you need partner, or maybe rival, just to make it fun. When you both start, ada kalanya partner atau rival lo kebelet eek, then you have to pause the game. Atau kemungkinan lain when you both start, ada kalanya partner atau rival lo disuruh pulang sama nyokapnya, then you have to stop the game, you can’t continue it, or you need to look for another partner. Meskipun lo main PS-nya baru bentar, kalo partner lo kebelet eek, gimana pun dia nggak bisa nolak panggilan alam. Dan meskipun main PS-nya baru bentar, kalo disuruh pulang nyokap tuh ya pulang, some kinds of situation might be more important than others. Or maybe, other woman might be more important than you :) Or maybe your partner/rival knows you’re bad in playing and easy to get lost, so he leave you with thousands reason. Or maybe, as the worst, he knows you’re jerk so he don’t wanna play again with you. Kebanyakan or-maybe -_-

Senin, 06 Januari 2014

BBBBBBBGF

Diposting oleh kuinda di 21.56 0 komentar
I’d be glad to write this than share the screen captures.

5 Jan
Gue       : Nyut masa aku udah punya pacar.
Prima    : Nazarnya punya pacar trs potong rambut to?
Gue       : Idk.
Gue       : You know, potong rambut = patah hati.
Prima    : Analogi. Kon matahin hatimu dewe :)
Gue       : Idk.
Prima    : Gek putus cantikan nek rambut panjang.
Gue       : Mbiahmu cuk. Mosok baru potong tak ektensyen.
Prima    : Gek putus. You’ll deserve better.
Gue       : Karo sopo?
Prima    : Westo percaya aku. Jok potong rambut dulu.
Gue       : Key, duitku abis soale muahaha
Prima    : Kode -_-
Gue       : Nyuuut, aku sakit :(
Prima    : Kon gak mati aja sekalian?

6 Jan
Gue       : I’ve just posted on chimo that u’re my partner in crime. But hey, u could be my bgf too. Sometimes u’re right. SOMETIMES.
Prima    : Aha bgf? Toss.
Gue       : No. Bbbbbbbbgf!
Prima    : I’ll slap you. Punch you. Still bgf?
Gue       : Still partner in crime! Could we have any cocktail?
Prima    : Jare gak ada duit -_- aku punya nek gak pake tail
Gue       : -____-
Prima    : Kon g sedih?
Gue       : Hehe sedih tp percaya sm kon. I’ll deserve better.
Prima    : Sopo le arep deserve better kon?
Gue       : Jare adaaa, samdey lah
Prima    : Berarti g sido potong rambut?
Gue       : Yeah my break up world record.
Prima    : You need pukpuk? I’ll give you one.
Gue       : That’s not pukpuk that’s puk.
Prima    : Sinau le bener sesuk uas. Ojo gembeng.
Gue       : Gak gembeng -_-
Prima    : Nangisan. Dasar egook
Gue       : Ish princess diego-egoin T.T
Prima    : Sleep tight.
Gue       : No, dont wanna sleep. I’m going to share our convo on chimo :3
Prima    : Norak.
Prima    : Nek kon sampe nangis, I’ll be drop in :)
Gue       : No. Nangis lak urusanku.
Prima    : Then I’ll be drop in
Gue       : Promised me not.
Prima    : I promised you yes, beware.



Differences Between Best Friend and Partner in Crime

Diposting oleh kuinda di 18.57 0 komentar
Sedeket-deketnya gue sama orang, entah itu cowok atau cewek, sebenernya hanya ada dua jenis yang pualing deket sama gue. Satu, best friend(s). Dua, partner in crime. Meskipun beda jabatan, keduanya memiliki derajat dan hak yang sama rata di hadapan gue.

Kamis, 02 Januari 2014

Cowok yang Cintanya Pasti Gue Tolak

Diposting oleh kuinda di 06.06 0 komentar
Awalnya gue mau bikin judul ‘Cowok yang Cintanya Pasti Gue Terima’. Tapi gue khawatir mengungkapkannya, takut jumlah cowok yang akan nembak gue jadi membludak karena mereka tahu kalau mereka pasti diterima. Akibatnya, gue terpaksa harus nerima mereka karena gue udah terlanjur nulis kalau mereka pasti gue terima. Hal tersebut berdampak pula pada jumlah pacar yang gue miliki. Banyak kan pasti. Nah, pada paragraf ini gue sedang mempraktekkan penggunaan paragraf sebab-akibat berurutan yang diajarkan oleh dosen Bahasa Indonesia gue tersayang. Nggak nyambung, kan?

Jadi gue punya daftar cowok yang kalo nembak gue, PASTI gue tolak. Buat para secret admirer, harap dibaca baik-baik ya. Jangan sampai kalian mengalami nasib buruk hanya karena melakukan hal-hal yang paling gue nggak suka. Jangan sampai kalian galau menahun hanya karena nggak pernah stalk blog gue dan nggak baca post gue. Jangan sampai kalian gue tolak. Jadi, baca baik-baik.

Cowok yang cintanya pasti gue tolak adalah cowok yang:

Nembak lewat SMS

Gini. Ada dua jenis pistol. Pistol beneran dan pistol yang ada di dalem tab lo. Sebenernya ada tiga sih, yang satu ada di cepitan di antara kedua kaki lo-LUPAKAN -__- Kalau lo mau nembak orang, kena, dan mati, pistol mana yang akan lo pake? Pistol yang ada di tab lo, itu nggak mempan buat bunuh orang. Meskipun bunyinya sama-sama DWOR. Meskipun sama-sama kena, pistol beneran bisa bunuh orang beneran, pistol di tab lo cuma bisa bunuh orang-orangan. Yang lo tembak directly, insyaAllah akan jadi pacar lo beneran—kalo lo nembaknya tepat sasaran dan kena -_- Yang lo tembak lewat gadget lo, sori banget, itu kan cuma pacar khayalan.

Nembak lewat SMS atau berbagai aplikasi chat menurut gue kurang jantan. Coba ya kalian yang cewek-cewek tolong dipikirkan, kalo nembak langsung berhadapan satu lawan satu aja sama kita aja nggak berani, apa kabar dia ketika nanti ketemu bokap untuk melamar kita sebagai istri? Yaali dia mau sms ke bokap, Pak saya mencintai anak Bapak. Ijinkan saya memperistri anak Bapak. Kalau bokap gue sih udah langsung banting hape dan teriak, “Coba kamu cari calon suami lain!”

 Nggak gue kenal

Tak kenal maka tak sayang. That’s why pedekate itu perlu. Apalagi kalo selama ini cuma jadi secret admirer, lalu nembak tiba-tiba. Lah lu itu siapa, batang hidung lo aja gue baru pertama kali ngeliat -_- Meskipun lo tahu banyak tentang gue, tapi kalo gue nggak tahu sama sekali tentang lo, ya gimana mau gue terima. Tapi jujur sih, sebenernya ada dua kategori orang yang nggak kenal: Orang yang emang gue nggak kenal dan orang yang gue nggak mau kenal. Which one are you?

Digebet temen deket

Meskipun kredibilitas gue sebagai PHO tidak diragukan lagi—rasanya gue nggak perlu membanggakan hal ini -_- Tapi gue paling anti ngegebet gebetan temen sendiri. Jarang juga sih kita suka sama orang yang sama, soalnya selera gue itu paling beda—atau lebih tepatnya paling absurd -_- Kalau gebetan temen gue nembak gue, itu pasti gue tolak meskipun temen gue udah kasih ijin. Alasannya simple, gue nggak mau temen gue mati perlahan-lahan karena ulah gue. Dan takutnya kalo gue terima, temen gue bakal terpancing jadi PHO. Yah bukannya apa-apa, dapet julukan PHO itu gak enak, jadi biarkan gue yang merasakannya. Orang lain jangan.

 Makanan favoritnya ulet

Gue paling benci sama larva, apapun bentuknya kecuali boneka dan kartun -_- Larva ya ulet. Ulet ya larva. Okelah semua ciptaan Tuhan itu indah, tapi yang namanya ulet adalah yang paling menjijikkan yang gue pualing nggak suka. Dan di kabupaten gue, kadang kalau pergantian musim gitu di pasar banyak banget jualan larva buat dimakan. Ini apa banget T.T kalau jualan larva buat pakan burung, it’s okay lah. Tapi buat makan manusia, that’s so iyuuuuh banget.
Gue pasti nolak cowok yang makanan favoritnya larva. Kalau nikah nanti gue disuruh gorengin larva, mending gue minta cerai aja.


Kayanya cuma empat itu doang sih yang PASTI gue tolak. Meskipun sebenernya banyak hal yang gue nggak suka dan yang gue nggak mau hal itu ada di pacar gue, tapi kayanya gue masih bisa toleransi dikit atau kalau gue tolak, gue masih mikir-mikir dikit. Sekian dan terima kecupan!

Baby It’s Cold Outside

Diposting oleh kuinda di 05.43 0 komentar
Gue seneng diapelin. Meskipun kadang nggak ada obrolan, garing, renyah, krispi, tapi rasanya lumer di dalam. Ada sesuatu yang meledak-ledak di dalam diri lo, ketika darah lo berdesir dan mencair—bitch please, darah kan emang cair bukannya kristal -_- Diapelin tuh sensasinya beda. Rasanya pen nenggak adem sari karena lo merasakan panas dalam, padahal di luar lo harus sok cool dan jual mahal.

Selasa, 03 Desember 2013

Wacana Oh Wacana

Diposting oleh kuinda di 16.17 0 komentar
Kekecewaan adalah selisih antara harapan dengan kenyataan, itu pelajaran yang gue dapet dari Mas Anggit pas LC Bem kemarin. And here comes the shit, kekecewaan yang sering gue alami itu datangnya dari wacana. Lebih tepatnya, failed plan.

Yang paling bikin gue bete di detik ini, pas nulis ini, adalah wacana nonton Catching Fire. Dua minggu kemarin pas film ini masih seger-segernya, gue dan teman-teman berwacana untuk nonton. Kemudian wacana itu gagal, padahal gue lagi pengen-pengen-pengen-pengen banget nonton. Dan sampe sekarang pengennya masih. Tadi sambil nangis-nangis gue ngajakin temen-temen nonton, but none takes notice. Iya gue nangis, ini lagi pms -______- You know lah gimana gue kalo masa-masa pra-mens dan pas-mens… cengeng, alay, dan drama -_- Ketika pms dan mens, ego gue naik. I get what I want. I do what I wanna do.

Kamis, 14 November 2013

is it a problem if we hug each other?

Diposting oleh kuinda di 17.12 0 komentar
Hug: a near universal form of physical intimacy, in which two people put their arms around the neck, back, or waist of one another and hold each other closely. (Wikipedia, 2013)

Hug: Physical gestures to share feelings by holding each other closely. (Kuinny, 2013)

Jadi begini ceman-ceman, gue baru saja mendapatkan nilai yang nggak terlalu memuaskan di UTS fisika. Nilai nggak memuaskan sih oke ya, gue terima hasil karya gue apa adanya. Yang jadi masalah adalah: catatan dosen. Coret-coretan dosen di lembar jawaban gue.

Soal fisika nomor terakhir itu seperti ini:

Jika merasa kedinginan, tapi tidak mempunyai jaket atau selimut dan perapian, untuk mengurangi kedinginan saya harus ……………….. (jawab dengan logika fisika)

Terus gue jawab tiga kalimat. Kalimat terakhir udah gue jawab dengan logika fisika, tapi malah dibunderin dan dicoret-coret sama ibuknya.

Jawaban gue yang ketiga:

Memeluk orang lain untuk berbagi panas tubuh secara radiasi dan konduksi.

KURANG LOGIKA APALAGI JAWABAN GUE SAMPE CUMA DIKASIH POIN 5? T.T

Fiction: Tinky-winky, Dipsy, Lala, ..... PHO

Diposting oleh kuinda di 16.10 0 komentar
I like the way you make me giggle over you
Don’t put me here in the middle of her and you*

Aku melangkah tergesa, sementara jari dan mata masih sibuk mencari-cari nomor telepon penjual karangan bunga. Hari ini aku benar-benar berniat memesannya. Sekadar untuk memberikan selamat kepada pasangan lama yang sok baru, dan mungkin sekaligus untuk mengucapkan turut berduka cita atas kematianku.

Kenapa sih mereka harus balikan? Kenapa dulu meninggalkan dia demi aku—katanya—kalau ujung-ujungnya jadian lagi? PDKT-nya sama siapa, jadiannya sama siapa?! Balikan pula!

Jujur, I’m almost dying.

Dengan cara apapun, Tuhan, kumohon cabut nyawaku sekarang!

Brak!

Shit! Tabrakan seperti ini tidak akan membuatku mati, malah membuatku sebal dua kali. Aku mendongkak, bersiap mendamprat siapapun yang menabrakku hingga ponselku terlempar jauh. Kalau ponselku sampai tak bernyawa lagi, bagaimana bisa aku memesan karangan bunga—yang sebenarnya untukku sendiri?

I haven’t called the flower man, have I?

Cowok-cowok Lucu (?)

Diposting oleh kuinda di 12.03 0 komentar
Beberapa hari yang lalu gue nge-retweet sebuah twit bagus. Bukan dari following gue, tapi following gue nge-retweet terus gue retweet lagi deh. Simpelnya itu following-nya following gue, meskipun itu masih terdengar nggak simple sih -_-

Lalu beberapa jam yang lalu gue nge-stalk twitter gue sendiri—kelihatan banget ngenesnya -__- Dan gue menemukan twit itu. Gue stalk orangnya. Cowok. Twitnya sebagian lucu, sebagian saru, sebagian warming. Doi bukan seleb twit, cuma cowo biasa yang kemungkinan besar sih kuliah di Jogja atau di Semarang, entahlah. Ketika gue nge-stalk dia, baca twit-twit dia ke temennya, conversation-nya, dan sampe merembet-rembet ngestalk twit temennya, gue menemukan satu hal yang bikin gue berpikir beberapa saat.


MEREKA ADALAH VERSI COWOK DARI GRUP RUMPI GUE!

Sabtu, 09 November 2013

It Has Been A Month Since You Left

Diposting oleh kuinda di 06.46 0 komentar
Hallo Monska, Rilla, Summer. Have a nice Saturday, ya kalian!




Kok pada murung? :(
Kangen ya sama mas-mas ganteng yang kakak kenalin ke kalian sebulan yang lalu?
Kangen ya sama mas-mas ganteng yang maen kesini sebulan yang lalu?
Udah lupain aja, dia udah jadi pacar orang :)
Pukpuk ya kalian :/
Doain aja biar dia selalu bahagia sekarang :)

Minggu, 27 Oktober 2013

SELAMAT HARI BLOG!

Diposting oleh kuinda di 19.31 1 komentar
Gue bingung sih harus nyanyi selamat ulang tahun atau nggak, secara gue juga bingung hari blog itu hari apanya si blog. Hari ulang tahunnya? Hari terbentuknya? Hari rilisnya? Atau cuma hari hasil rundingan manusia yang kurang kerjaan ngerundingin hari blog itu enaknya kapan.

Kalau gue jadi ketua rapat perundingan hari blog, maka hari blog akan jatuh di akhir Desember. Kenapa? Karena pada akhir Desember, blog gue belahan jiwa gue tempat curhat gue resmi terbentuk. Blog yang gue kasih nama Chimo ini dilahirkan dengan susah payah karena akun google gue yang sering error nggak jelas dan tema blog yang pengen gue ganti-ganti. Then, Chimo terlahir ke dunia maya sebagai media untuk menyalurkan curhatan dan tulisan-tulisan nggak penting yang mengucur dari jemari emaknya. Emaknya means gue.

Ngapain gue jadi bahas Chimo -_-

Yasih, Chimo terlalu adorable.

Anw, ngomong-ngomong soal adorable, menurut gue banyak banget blog-blog adorable yang bertebaran di dunia maya. Gue sih jarang liat-liat blog dari luar. Blog-blog Indonesia sudah terlalu mengamazingkan buat gue. Gue ranking yaa..

Jumat, 25 Oktober 2013

Kekuatan #Hestek

Diposting oleh kuinda di 01.33 1 komentar
Kali ini gue mau sok alim dikit..

Lu pernah denger gak ada riwayat—yang kalo ga salah—berbunyi Kullu kalam addu’a yang artinya bahwa setiap perkataan adalah doa. Seiring berkembangnya jaman, bukan kalam doang yang bisa jadi doa, cuitan dan status facebook pun bisa jadi doa. Tapi nggak lucu juga sih kalo riwayatnya diganti Kullu tweet addu’a -_-

Something I Cannot Unsee

Diposting oleh kuinda di 01.02 0 komentar
Sebelum UTS perdana gue di fresh men year ini, ijinkanlah gue menggalau sejenak. Apalagi sekarang suasananya lagi kondusif banget. Gue. Sakit. Baru pulang dari kampus. Belajar sampe frustasi. Nungguin orang sampe frustasi—dan yeah, I didn’t find him. Lalu pulang. Gowes di bawah mendung. Nyampe kosan dengan bermandikan peluh dan air mata. I’m sick of being like this. Weak. And sad.

Tadi gue juga habis ke DAA, muter-muter ke GSP, dan dimulailah itu gue ngeliat something I cannot unsee. Lo tau nggak something-you-cannot-unsee itu makanan apaan?

Jadi misalnya, misalnya nih, lo habis nonton film horror yang setannya ada di pojokan lift. Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau sampe bertahun-tahun pun tiap kali lo masuk ke dalam lift, maka lo merasa seperti melihat ada setan di pojokan.

Bedanya, my something I cannot unsee itu bukan tentang setan atau segala bentuk makhluk menyeramkan. Menyeramkan sih, tapi ini cuma kenangan(?) kok. Dan bukan something, this is things. Jamak, Bro.

Things I cannot unsee adalah bayangan (?) atau semacam hologram-hologram yang mengingatkan gue pada satu cerita di suatu masa di sebuah tempat. Singkat cerita, ini things-I-cannot-unsee ini adalah produk dari kegagalan move on -_-

Bayangin aja, how does it feel when

Lo duduk di teras masjid dan seperti ngeliat maba-maba bego dengan topi Simmental di kepalanya, lo ngeliat segerombol cewe yang duduk di bawah pohon dan salah satunya menatap lurus ke teras masjid dengan mulut berbisik, “Angkatan kita ada yang ganteng lho, tipe-tipe bankir gitu.” Dan lo pengen ketawa menyadari ketidak-beresan otak si cewek itu dan lo pengen teriak, “She was stupid me!

Lo di gedung H1 dan lo seperti ngelihat seorang cewe yang berlari-lari kegirangan lalu berteriak, “Finally I got his name!” sambil mengacungkan tinggi-tinggi kertas dan pulpen.

Lo jalan ke lorong tempat praktikum kimia dan lo seperti ngeliat seseorang berdiri di deket papan pengumuman dan nanya, “Eh, namamu siapa?”

Lo duduk di ruang 3, seakan-akan di depan lo ada cewek yang lagi liat-liatan sama cowo sambil senyum-senyum nggak jelas dan lo ngeliat si cewe nampar temen di sebelahnya sambil teriak, “He’s just asked my phone number!

Atau…

Lo di suatu sore yang panas gowes nerobos gerbang perikanan, dan yang lo lihat adalah cewek dengan jilbab berantakan yang nungguin seseorang dengan gelisah di depan gerbang itu. Dan detik itu yang ada di pikiran lo adalah, “It was me.” Sampai akhirnya lo sadar bahwa cewek itu cuma hologram yang diciptakan otak lo yang gagal move on itu.

Selasa, 23 April 2013

Tentukan Akhir yang Terbaik

Diposting oleh kuinda di 10.44 0 komentar

Lagu ini salah satu yang gue favoritkan—ketauan banget kalo gagal move on-_-  Sebenernya gue pengen banget #BedahLagu Date Night, karena itu sebenernya lagu gue banget.....................*kemudian hening* Tapi ya karena udah dioperasi duluan sama Om Dochi, jadilah gue bedah-bedah yang ini aja. Check this out ^^



Minggu, 21 April 2013

Curhat di tempat umum..

Diposting oleh kuinda di 22.18 0 komentar
Gue ngerasa ada yang berubah dari pacar..

 

chicken monster Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review